Blog ini bertujuan untuk mempublikasikan segala kegiatan literasi yang ada di Taman Bacaan Masyarakat yang dikelola Kak Dimdim
Saturday, 10 November 2018
Tuesday, 6 November 2018
JOBONG BERUMUR 500 - 700 th
![]() |
| Jobong (Sumur Tua) |
![]() |
| Tulang Belulang |
![]() |
| Pecahan Tembikar dan piring keramik |
Pndean gg 1, RW 13 Peneleh, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng Surabaya, dihebohkan dengan temuan Jobong atau sumur tua yang pernah ada di era kerajaan Majapahit pada tanggal 1 November 2018. Galian selokan yang sedalam kurang lebih 1-2 meter yang digali Sueb (pekerja galian red.), menemukan dinding yang terbuat dari tanah liat dengan ukuran diameter 89cm dan tinggi 48cm tersebut telah mendapat perhatian dari dinas terkait yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Surabaya dan Badan Pelestarian Cagar Budaya Trowulan Sidoarjo. Tidak hanya Jobong, ditemukan benda-benda purbakala lainnya seperti, batu bata merah dengan ukuran yang sangat besar dan mirip yang ada di candi Trowulan Mojokerto, pecahan tembikar dan piring keramik, serta tulang belulang yang terkubur di area jobong tersebut. Ditemukannya banyak benda dan situs tersebut, disinyalir benda temuan dan situs sudah ada pada masa Kerajaan Majapahit. Menurut M. Ikhwan, tim peninjau dari BPCB Trowulan, Jobong tersebut sudah ada pada sejak 500 - 700 th silam. Dengan ditemukannya situs tersebut
di kampung Pandean gg 1 Surabaya, bisa jadi kampung tersebut sudah ada dan banyak penduduknya. Menurut penulis, rakyat Majapahit sebagian besar melakukan perjalanan (berpindah) dari wilayah Mojokerto, dengan tujuan mencari tempat tinggal baru, dan mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru dengan cara menerapkan kebiasaannya semasa di wilayah Majapahit, yaitu membuat sumur sebagai sumber mata air alami dengan metode saat itu, membuat batu bata merah
![]() |
| Batu bata merah ukuran besar |
yang berukuran sama sebagai bahan pokok bangunan dan sebagainya. Entah apa yang membuat rakyat Majapahit tersebut melakukan perjalanan jauh dan mendirikan pemukiman.Sekali lagi ini hanya opini penulis, benar atau tidaknya dapat ditemukan pada pengumuman resmi dari tim BPCB Trowulan. Berikut foto dokumentasi penulis sebagai bukti bahwa benar adanya temuan tersebut di kampung Pandean gg 1 Surabaya. Semoga dengan adanya temuan ini, Kampung Pandean gg 1 Surabaya dapat dijadikan sebagai sarana belajar sejarah oleh wisatawan lokal maupun asing. Kenali kotamu, banggalahdengan kotamu, kenalkan kotamu, dan kamu sengat bermanfaat bagi orang disekitarmu.
Tonton juga ulasan penulis di channel berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=6Gb2uYBqDko Salam Literasi L. #JelajahCagarBudayaSurabaya #BanggaSurabaya
![]() |
| Penulis di dekat Jobong |
Subscribe to:
Comments (Atom)




